Yahoo España Búsqueda web

  1. 546.000 resultados de búsqueda aproximadamente

  1. Amir Sjarifuddin Harahap (EVO: Amir Sjarifoeddin Harahap; 27 April 1907 – 19 December 1948) was an Indonesian politician and journalist who served as the second prime minister of Indonesia from 1947 until 1948.

  2. Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap (ER, EYD: Amir Syarifuddin Harahap; 27 April 1907 – 19 Desember 1948) adalah seorang politikus dan jurnalis Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ketika Revolusi Nasional Indonesia sedang berlangsung. Amir adalah pemimpin sayap kiri terdepan pada masa Revolusi.

  3. SHOW ALL QUESTIONS. Amir Sjarifuddin Harahap ( EVO: Amir Sjarifoeddin Harahap; 27 April 1907 – 19 December 1948) was an Indonesian politician and journalist who served as the second prime minister of Indonesia from 1947 until 1948. A major leader of the left-wing during the Indonesian National Revolution, he previously served as Minister of ...

  4. According to Kreutzer, the downfall of Amir Sjarifuddin government in January 1948 was the origin of the Madiun Affair. [5] Before then, during the second half of the 1947, Partai Sosialis was split into two factions: one faction was led by Sjarifuddin and a smaller faction led by Sutan Sjahrir.

  5. 17 de ago. de 2020 · Artikel ini menjelaskan sejarah, korban, dan kontroversi Amir Sjarifuddin, bekas perdana menteri dan anggota politbiro CC PKI, yang dieksekusi mati oleh TNI di Madiun 1948. Amir Sjarifuddin bersama 10 orang kelompoknya, ditembak mati oleh satuan TNI, setelah tertangkap sebulan sebelumnya, dan ditulis oleh sejarawan Soe Hok Gie.

  6. 19 de dic. de 2017 · Artikel ini menjelaskan petualangan politik Amir Sjarifuddin, seorang pejabat tinggi yang dipersiapkan oleh TNI untuk menggusur pemerintah Republik Indonesia pada 1948. Amir bersama keluarga pengikutnya dipersiapkan oleh perwira TNI, sedang digiling tentara, sementara Amir bertanya kepada perwira TNI tentara. Amir bersama keluarga pengikutnya dipersiapkan oleh perwira TNI, sedang digiling tentara, sementara Amir bertanya kepada perwira TNI tentara.